TERNAK ORGANIK NASA

STOCKIST NASA H.1339 BBM: D60FDB25 / WA: 0857-5692-2292

Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing

PAKAN KAMBING
CARA MUDAH MEMBUAT PAKAN FERMENTASI KAMBING

Proses pembuatan pakan fermentasi dengan menggunakan gedebog pisang, TANGGUH PROBIOTIK dan VITERNA PLUS
Masalah pakan ternak memang menjadi pertimbangan utama jika ingin usaha di bidang peternakan. Ketersediaan pakan sepanjang tahun merupakan persyaratan mutlak bagi kelangsungan usaha peternakan. Biaya untuk menyediakan pakan ini menempati porsi terbesar dalam biaya produksi, mencapai 60-80%. Besarnya biaya tersebut ditentukan oleh jenis dan bangsa ternak yang dikembangkan. Ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, domba, dan kambing merupakan ternak herbivora yang memiliki sistem pencernaan yang berbeda dengan ternak nonruminansia (unggas dan babi). Sistem pencernaan ternak ruminansia dapat memanfaatkan pakan berserat tinggi.

Oleh karena itu, ternak ruminansia dapat mengkonsumsi pakan hijauan dalam jumlah yang banyak, seperti vegetasi alami, hijauan introduksi dan produk samping pertanian. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki produk samping pertanian yang cukup banyak dan tersedia sepanjang tahun. Namun, pemanfatan produk samping pertanian tersebut untuk bahan pakan ternak ruminansia belum optimal. Penyebabnya adalah kurang disukai ternak dan kualitas gizinya rendah, sementara pakan hijauan lain masih banyak tersedia terutama dari vegetasi alami. Namun demikian pada musim kemarau, ketersediaan vegetasi alami makin berkurang sehingga perlu diupayakan pemanfaatan sumber pakan lain seperti produk samping pertanian. Jerami padi merupakan salah satu produk samping pertanian yang tersedia cukup melimpah. Namun, jerami padi tergolong bahan pakan yang berkualitas rendah, karena kandungan protein kasarnya rendah sementara kandungan serat kasarnya tinggi. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas jerami padi agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan secara optimal, terutama untuk ternak ruminansia. Balai Penelitian Ternak (Balitnak) di Ciawi, Bogor telah berhasil meningkatkan nilai gizi jerami dengan cara yang sederhana, yaitu fermentasi dan amoniasi

Proses Pembuatan Jerami Padi Fermentasi
Fermentasi dan amoniasi jerami dimaksudkan agar kualitas biomassa/ jerami padi meningkat dan dapat disimpan lebih lama. Pembuatan jerami padi fermentasi dilakukan secara terbuka selama lebih kurang 21 hari. Proses fermentasi dilakukan di bawah naungan agar terhindar dari hujan dan sinar matahari langsung.

Proses fermentasi dilakukan dua tahap, yaitu tahap fermentasi serta tahap pengeringan dan penyimpanan. Agar proses fermentasi
berlangsung dengan baik perlu ditambahkan urea, sedangkan untuk
membantu memecahkan komponen serat yang terdapat dalam jerami
dapat ditambahkan TANGGUH PROBIOTIK NASA. Setiap 1 ton jerami segar memerlukan urea dan probiotik masing-masing 2,5 kg.
Jerami padi yang baru dipanen (mengandung air 60%) dikumpulkan
pada suatu tempat yang telah disediakan. Jerami ditimbun setinggi
±20 cm, selanjutnya ditaburi urea dan probiotik, ditumpuk lagi
sampai tinggi tumpukan sekitar 3 m. Tumpukan jerami dibiarkan selama
21 hari agar proses fermentasi berlangsung dengan baik.
Setelah melewati tahap fermentasi, jerami dikeringkan di bawah
sinar matahari atau dianginkan pada tempat yang terbuka. Jerami
padi fermentasi yang telah kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan
pakan dasar pengganti rumput untuk sapi, kerbau, kambing dan domba.
Sisanya disimpan pada tempat yang terlindung. Jerami kering ini
dapat disimpan hingga 3 bulan. Proses pembuatan jerami padi fermentasi
cukup sederhana, mudah dan murah sehingga dapat diaplikasikan
di tingkat petani-ternak di pedesaan.
Nilai Gizi dan Pemanfaatannya
Jerami padi yang telah difermentasi memiliki penampakan warna
kecoklat-coklatan dan tekstur lebih lunak. Kandungan zat gizinya juga
lebih tinggi dibanding jerami tanpa fermentasi, serta lebih disukai ternak. Berdasarkan hasil penelitian,jerami padi fermentasi memiliki nilai gizi hampir sebanding dengan rumput gajah.
Pemeliharaan sapi perah dengan memanfaatkan jerami padi fermentasi dan dedak padi sebagai pakan memberikan keuntungan sekitar
Rp11.000/ekor/hari dari penjualan susunya saja. Dengan teknologi ini, seekor sapi perah yang memproduksi susu 8-10 liter/hari hanya memerlukan biaya pakan senilai penjualan 3 liter susu. Pemanfaatan jerami padi fermentasi sebagai ransum dasar untuk sapi dan kambing potong telah banyak diaplikasikan dan cukup menjanjikan
Sumber:
Haryanto B.Jerami Padi Fermentasi Sebagai Ransum Dasar Ternak Ruminasia.
Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Vol.25 No.3 Tahun 2003.

DISTRIBUTOR RESMI NASA N-388431
BBM: 52DD23E6/WA: +852-97902712, TELP: 0855-7488-3980


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing "

Post a Comment