TERNAK ORGANIK NASA

STOCKIST NASA H.1339 BBM: D60FDB25 / WA: 0857-5692-2292

Cara Mengetahui Kualitas Air Budidaya Ikan

 Semangat pagi petani ikan nusantara.....
    
     Kualitas air budidaya merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya ikan yang kita lakukan. Air kolam atau air tambak bisa diibaratkan sebagai rumah bagi ikan, sehingga kualitasnya harus dijaga mulai dari awal sapai akhir pemeliharaan agar ikan bisa hidup dengan tenang, tidak pernah mengalami stress dan pertumbuhan normal.


     Untuk mengetahui secara pasti berbagai parameter kualitas air, tentu saja dengan alat yang sesuai. Namun kebanyakan petani ikan belum memiliki alat tersebut. Oleh karena itu, berikut ini kita ulas cara menentukan kualitas air secara sederhana. Tentu saja tingkat keakuratannya masih kalah dengan menggunakan alat, namun ini sudah bisa menjadi solusi ketiadaan alat tersebut.

     Salah satu cara mudah dan sederhana dalam menentukan kualitas air adalah dengan melihat langsung perubahan tingkah laku ikan di air saat pengontrolan kolam. Bila ikan terlalu sering menyembul ke permukaan kolam, dapat dipastikan bahwa jumlah kandungan oksigen terlarut dalam kolam dalam keadaan rendah. Kondisi itu dapat diperbaiki dengan mengganti atau menambah air kolam. 

     Cara lain untuk mengetahui jumlah oksigen terlarut dapat diketahui dengan melemparkan kayu yang diberi warna merah atau cat merah ke dalam air kolam dan dibiarkan selama kurang lebih 30 - 60 menit. Jika terdapat bintik-bintik kotor pada kayu tersebut, bisa dipastikan kandungan oksigen terlarut dalam air berkisar 0,1 - 2mg/l, artinya oksigen terlarut dalam air tersebut hanya cukup untuk kebutuhan oksigen ikan tersebut. Kondisi ini sedikit banyak akan berpegaruh meskipun beberapa ikan memiliki kemampuan mengambil oksigen dari udara bebas (gurami dan lele).


     Untuk mengukur pH secara sederhana adalah dengan menggunakan kertas lakmus atau melihat permukaan air di pinggiran kolam. Jika terdapat endapan atau seperti busa berwarna merah di pinggir kolam, maka bisa disimpulkan bahwa air kolam mempunyai pH yang rendah (kondisi asam), sehingga memerlukan kapur untuk menetralkannya.

     Ada lagi cara biologis yang dapat dilakukan, yaitu dengan melihat langsung apakah di air kolam terdapat ikan seribu (Lebistus reticulatus). ikan seribu ini berukuran kecil namun hidupnya bergerombol, dan mampu hidu di hampir semua perairan. Bila dalam suatu perairan ditemukanikan seribu, maka dapat dijadikan tanda bahwa perairan tersebut bisa digunakan untuk budidaya ikan.

     Untuk mempertahankan kualitas air budidaya, perlakuan Teknologi Organik NASA yaitu TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA) sangat diperlukan. Aplikasi pada awal budidaya berfungsi untuk menetralkan berbagai racun sisa budidaya sebelumnya, sedangkan aplikasi selama budidaya ke air kolam berfungsi untuk menjaga kualitas air kolam.


Kami Distributor NASA dengan kode anggota N-388431, kami juga merupakan STOCKIST NASA dengan kode H.1339 atas nama SUHARTINI siap memberikan pelayanan dan konsultasi bagi Anda, dimanapun Anda berada, baik secara online maupun offline. Kami juga menerima Pendaftaran Distributor Baru NASA dengan bimbingan online dan offline.
Hubungi kami sekarang juga INDOSAT : 0857-5692-2292 atau TELKOMSEL : 0821-3875-7522

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Mengetahui Kualitas Air Budidaya Ikan "

Post a Comment