TERNAK ORGANIK NASA

STOCKIST NASA H.1339 BBM: D60FDB25 / WA: 0857-5692-2292

Penyebab Penyakit Pada Ikan

Ikan yang sehat memang selalu menjadi harapan para petani ikan karena merupakan keberhasilan suatu usaha budidaya. Namun harapan ini tidak selalu terwujud karena dalam suatu usaha budidaya ikan di kolam, sawah, irigasi, sungai, danau, bak tembok, drum dan aquarium sekalipun tidak lepas dari masalah penyakit dan parasit ikan. Oleh karena itulah, keberadaan penyakit dan parasit perlu diwaspadai karena serangannya sering menyebabkan kematian ikan secara masal dan dapat menimbulkan kerugian besar bagi pelaku budidaya.


Cara penularan organisme penyebab penyakit dan parasit yang biasa menyerang ikan memang jenisnya beragam. Namun bisa digolongkan berasal dari golongan jamur, bakteri, virus dan hewan invertebrata. Untuk menghindari serangan golongan penyakit dan paratis tersebut, bisa dilakukan dengan pengelolaan wadah budidaya secara baik. Diantaranya meliputi pengelolaan kebersihan, dan selalu menjaga kualitas air dengan baik.

Untuk mengatasi timbulnya masalah penyakit dan parasit pada ikan peliharaan, idealnya para petani memang mengetahui sepak terjang maupun cara penularan penyakit dan parasit terhadap ikan.
Berdasarkan sejumlah hasil penelitian, cara penularan penyakit dan parasit biasanya melalui aliran air, kontak atau gesekan secara langsung dengan ikan yang terserang penyakit atau parasit, melalui alat-alat yang telah digunakan untuk menangani atau mengankut ikan-ikan yang terserang penyakit atau parasit, terbawa oleh ikan, makanan atau tumbuhan dari daerah asalnya dan berkembang dengan pesat di kolam yang baru.

Tanda-tanda setelah mengetahui cara penularannya, kita perlu tahu juga tanda-tanda ikan yang terserang penyakit atau parasit. Secara umum, ikan yang sehat dan sakit memang dapat dibedakan karena memiliki tanda-tanda tertentu. Adapun tanda-tanda ikan yang telah terkea serangan penyakit atau parasit diantaranya adalah :

  • Ikan terlihat pasif, lemah dan kehilangan keseimbangan
  • Nafsu makan ikan mulai berkurang
  • Ikan malas berenang
  • Ikan cenderung mengapung di permukaan air
  • Adakalanya ikan bergerak secara cepat dan tiba-tiba
Selain itu, selaput lendirnya juga berangsur-angsur berkurang atau habis, sehingga tubuh ikan tidak licin lagi (keset). Tanda lainnya, pada permukaan tubuh ikan terjadi pendarahan, terutama dibagian dada, perut dan pangkal ekor. Di beberapa bagian tubuh ikan, sisiknya tampak rusak bahkan terlepas. Sering pula terlihat kulit ikan mengelupas. Sirip dada, punggung maupun ekor sering dijumpai pecah-pecah, pada serabngan yang lebih hebatbkadang-kadang hanya tinggal jari-jari siripnya saja. Demikian juga pada insangnya yang rusak sehingga ikan sulit untuk bernafas, warna insang menjadi keputih-putihan atau kebiru-biruan, Bila dibedah, bagian isi perutnya terutama hati, berwarna kekuning-kuningan dan ususnya menjadi rapuh.


Daerah serangan berdasarkan daerah penyebarannya, penyakit atau parasit ikan dapat dibagi menjadi tiga golongan, yakni : penyakit atau parasit pada kulit, insang dan organ dalam.
Penyakit atau parasit pada kulit, sesuai penggolongannya umumnya menyerang bagian kulit ikan sehingga dengan mudah dapat dideteksi. Apabila organisme penyebabnya berukuran cukup besar, maka dengan mudah dapat langsung di identifikasi dengan mempergunakan sebuah mikroskop atau dengan mengamati akibat yang ditimbulkan oleh serangan organisme-organisme tersebut.

Ikan yang terserang penyakit atau parasit pada bagian kulit biasanya menunjukkan tanda-tanda pada kulitnya terlihat menjadi pucat dan timbul lendir secara berlebihan. Organisme yang menyerang bagian kulit dapat berasal dari golongan bakteri, virus, jamur atau lainnya. Bila disebabkan oleh jamur, maka akan terlihat bercak-bercak berwarna putih, kelabu atau kehitam-hitaman pada kulit ikan. Biasanya, ikan yang mengalami serangan penyakit atau parasit pada kulitnya, akanmenggosok-gosokkan badannya pada benda-benda di sekelilingnya sehingga sering kali menimbulkan luka baru yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi sekunder.

Berbeda dengan penggolongan pertama tersebut di atas, penyakit atau parasit yang menyerang organ insang biasanya agak sulit untuk dideteksi secara dini. Salah satu cara yang cukup efektif untik mengetahui adanya serangan penyakit atau parasit pada insang adalah mengamati pola tingkah laku ikan.

Ciri utama ikan yang terserang organ insangnya biasanya menunjukkan gejala sulit bernafas. Selain itu, tutup insang akan mengembang sehingga sulit untuk ditutup dengan sempurna. Jika serangannya sudah meluas, lembaran-lembaran insang menjadi semakin pucat. Sering pula dijumpai adanya bintik-bintik merah pada insang yang menandakan telah terjadi pendarahan (peradangan). Jika terlihat bintik putih pada insang, kemungkinan besar disebabkan oleh serangan parasit kecil yang menempel.

Sementara itu, untuk ikan yang terserang penyakit atau parasit pada organ (alat-alat) dalamya biasanya menunjukan ciri utama terjadi pembengkakan di bagian perut disertai dengan berdirinya sisik. Dapat terjadi pula bahwa ikan yang terserang organ dalamnya biasanya menunjukkan ciri utama terjadi pembengkakan di bagian perut disertai dengan berdirinya sisik. Dapat terjadi pula bahwa ikan yang terserang organ dalamnya memiliki perut yang sangat kurus. Jika pada kotoran ikan sidah dijumpai bercak darah, ini berarti pada usus terjadi pendarahan (peradangan). Jika serangannya sudah mencapai gelembung renang biasanya keseimbangan badan ikan menjadi terganggu sehingga gerakan berenangnya jungkir balik tidak terkontrol.

Meskipun usaha pencegahan telah dilakukkan dengan sungguh-sungguh kadangkala ikan masih juga terserang penyakit maupun parasit. Hal ini mungkin disebabkan karena adanya proses pembusukan di kolam, baik terhadap kotoran hasil metabolisme maupun sisa makanan. Adanya sampah atau zat-zat buangan yang masuk ke kolam juga dapat memperburuk kondisi perairan. Padat penebaran terlalu tinggi, kondisi ikan yang lemah atau kualitas makanan yang kurang memenuhi persyaratan dapat juga membantu perkembangan penyakit maupun parasit. Oleh karena itulah, menjaga sanitasi wadah budidaya, menjaga kualitas dan kuantitas air, penggunaan benih bermutu serta pemberian pakan bergizi dan cukup merupakan langkah pencegahan yang perlu dilaksanakan oleh para budidaya ikan.

TON (Tambak Organik Nusantara)

Nutrisi Perikanan Organik TON merupakan formula alami (organik) khusus tambak untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi serta menjaga/memperbaiki kelestarian lingkungan tambak dan kolam dengan memberikan mineral-mineral yang dibutuhkan oleh ikan dan udang ataupun bandeng, mempercepat pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan, udang dan bandeng (kesuburan perairan), serta mengikat logam-logam berat sekaligus membantu mengurai senyawa komplek berbahaya beracun bagi ikan dan udang serta merutinkan molting udang.


Konsultasi & Pemesanan Produk NASA Untuk Perikanan
Hubungi :
Hartini Nasa 0857 5692 2292
Ari Nasa 085 225 959595

STOCKIST NASA H.1339

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyebab Penyakit Pada Ikan"

Post a Comment